Subscribe:

Rabu, 17 Maret 2021

Sejarah Desa Sasak Karangwangun

SEJARAH ASAL ASUL DESA/KELURAHAN SASAK KARANGMANGU/ KARANGWANGUN KABUPATEN CIREBON


Pada abad ke XV (1401-1500) Kerajaan Islam Cirebon yang dipimpin oleh Sinuhun Syarif Hidayatullah yang juga seorang Sunan, dengan gigihnya mengembangkan Agama Islam, sehingga banyak yang datang berbakti ke Cirebon dan menganut Agama Islam. Tersebutlah sebuah kerajaan di Pamekasan (Madura) yang dipimpin oleh Prabu Bratajaya yang beragama Budha sangat tersohor dan mempunyai banyak penganut. Tetapi anak buahnya satu persatu bubar dan pindah ke Cirebon menganut Agama Islam.

Melihat keadaan tersebut Prabu Bratajaya timbul amarahnya, kemudian mengirim surat agar  Cirebon setor upeti ke Pamekasan. Cirebon tidak mau mengirim upeti, tidak mau disebut sebagai kerajaan bawahan Kerajaan Pamekasan. Tindakan Cirebon yang demikian artinya bersiap-siap untuk menerima serbuan Prabu Bratajaya. Sinuhun Sultan Cirebon menemui Mbah Kuwu sebagai penasehatnya di Lemah Wungkuk untuk mengadakan musyawarah dalam menentukan tindakan selanjutnya untuk mengatasi serbuan Prabu Bratajaya. Hasil musyawarah  dan atas nasehat Mbah Kuwu, maka Sinuhun agar menugaskan kepada Ki Gede Penganjang yang bernama Elang Kalam. Sinuhun datang ke Penganjang dan membicarakan kedatangannya kepada Elang Kalam dan Elang Kalam menyanggupi dan berangkat ke Madura untuk adu kesaktian dengan Prabu Bratajaya. Elang Kalam berhasil mengalahkan Prabu Bratajaya dan beliau diberi hadiah daerah Gebang dan Putri dari Sultan Cerbon.

Elang Kalam pamit menuju Gebang. Dari Cirebon menuju Kanci terus ke selatan lewat Sindang Laut, Karangsembung, Karangwareng terus ke timur sampai Jati Piring. Karena merasa lelah, Elang Kalam istirahat, sambil istirahat ia menanam biji asem dan jadilah asem paying terus berangkat lagi naik kuda hingga sampai Cibogo terus ke selatan, pada saat itu turun hujan hingga jalan menjadi belet leled. Daerah ini akhirnya dinamai Desa Waled.

Dari Waled menuju ke arah timur dan selanjutnya kea rah utara, pada saat itulah Elang Kalam menjumpai petani dan beliau memberi pengarahan. Bersama istrinya Putri Sultan Cerbon beristirahat, tempat dimana Elang Kalam beristirahat diberi nama Desa Paguaran (sekarang Pabuaran). Kemudian Elang Kalam meneruskan perjalanan menuju Gebang dan membuat keraton dan menjadi Raja dengan gelar Sutajaya Sutambres atau Sutajaya Wiranpas.

Keberadaan Keraton Gebang terdengar sampai ke wilayah Mataram. Seorang murid Sultan Cerbon bernama Sutajaya Kentol yang berada di Mataram merasa khawatir dengan berdirinya Keraton Gebang adalah merupakan saingan Keraton Cerbon. Dengan berbekal rasa kekhawatiran inilah, maka Sutajaya Kentol berangkat menuju Cerbon untuk minta restu Sultan agar Keraton Gebang dimusnahkan.

Kehendak Sutajaya Kentol mendapat restu Sultan Cerbon. Kemudian Sutajaya Kentol menuju Gebang untuk menggempur Keraton Gebang. Akan tetapi maksud dari Sutajaya Kentol telah diketahui oleh Sutajaya Sutambres. Hanya dengan tepakan telapak tangannya ke tanah, maka musnahlah Keraton yang telah dibangunnya.

Kedatangan Sutajaya Kentol di Gebang diatas sebuah Sasak (jembatan) hanya mangu-mangu saja, dirinya merasa terbengong-bengong melihat sekelilingnya. Keraton Gebang yang semula berdiri megah, kini telah musnah. Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Sasak Karangmangu dan berkembang menjadi sebuah desa yaitu Desa Karangwangun.

Pada masa berikutnya ada Gubernur Jendral Belanda mengenai DAUPAN (Penyatuan Wilayah) bagi Desa-Desa yang berdekatan, maka wilayah Sasak Karangmangu yang berdekatan dengan Desa Kesamben (pada waktu itu Kepala Desanya bernama Sela Perwata) digabungkan menjadi satu. Warga desa menamainya Desa Karangwangun, balai desanya berada di Sasak.

Oleh karena itu tidak mengherankan apabila banyak orang menyebut Desa Karangwangun dengan julukan Desa Sasak.

Sela Perwata menjadi Kepala Desa Kesamben dari Tahun 1885 – 1918 dan saat Desa Karangwangun Kepala Desanya/Kuwu Tayun Margani, pada tanggal 1 September 1981, datang instruksi/Peraturan Pemekaran Desa maka lahir kembali nama Desa Kesamben yang kemudian berubah menjadi nama “Desa Pakusamben” yang pertama kali dijabat oleh S. Dawing juru tulis Desa Karangwangun (1981 – 1985). 

Daftar Nama-nama Kepala Desa Karangwangun  yang diketahui :

1. KLACIR

Tidak tercatat

Di Tokohkan menjadi Kuwu

2. SIMPEN

Tidak tercatat

Di Tokohkan menjadi Kuwu

3. DANA

Tidak tercatat

Di Tokohkan menjadi Kuwu

4. H.SULAEMAN

Tidak tercatat

Di Tokohkan menjadi Kuwu

5. SARDANI

1918 s.d 1923

Kuwu (Depinitif)

6. SUARA PERMANA

1923 s.d 1930

Kuwu (Depinitif)

7. BRAHIM

1930 s.d 1933

Kuwu (Pejabat)

8. DAKLAN

1933 s.d 1939

Kuwu (Depinitif)

9. RASBA

1939 s.d 1943

Kuwu (Depinitif)

10. DANA

1943 s.d 1948

Kuwu (Depinitif)

11. T.RAKSA YUDA

1948 s.d 1951

Kuwu (Depinitif)

12. RASJID SINGAWIJAYA

1951 s.d 1956

Kuwu (Depinitif)

13. ARKAT DENAN

1956 s.d 1965

Kuwu (Depinitif)

14. CASA

1965 s.d 1976

Kuwu (Depinitif)

15. TAYUN MARGANI

1976 s.d 1986

Kepala Desa (Depinitif)

16. KARYONO

1986 s.d 1989

Kepala Desa (Pejabat)

17. CASBA HARYANTO

1989 s.d 1998

Kepala Desa (Depinitif)

18. KASJANI

1998 s.d 2001

Kepala Desa (Pejabat)

19. H.DAKIM KOSASIH

2001 s.d 2011

Kuwu (Depinitif)

20. ARIPIN ANDONI

2011 s.d 2017

Kuwu (Depinitif)

21. WINADI

Mei - 2017

(Pejabat)

22. TRI WAHYU WIDIASTONO

2017 - Sekarang

Kuwu (Depinitif)



Sumber :

Disbudparpora kab.Cirebon

Arsip Pemdes Karangwangun

Read More »»  

Jumat, 05 April 2013

Desa Karangwangun atau Desa Sasak

Balai Desa Karangwangun

Deskripsi Desa Karangwangun

     Desa Karangwangun atau sering di sebut Desa Sasak ini terletak di Kecamatan Babakan Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Batas wilayah Desa Karangwangun diantaranya sebelah Utara berbatasan dengan Desa Gebang, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Babakan Gebang, sebalah Selatan berbatasan dengan Desa Babakan Mekar, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pakusamben. Jumlah Penduduk 7372 Jiwa, terdiri dari Laki-laki berjumlah 3736 Jiwa, Perempuan terdiri dari 3778 Jiwa, Bayi berjumlah 146 Jiwa dan Balita 612 Jiwa. Desa ini dipimpin satu Kepala Desa (Kuwu), Desa Karangwangun memiliki 6 Dusun yang mana setiap Dusun dipimpin Kepala Dusun (Lugu). Setiap Dusun  terdiri atas satu RW kecuali Dusun 05 yang memiliki dua RW

Desa ini memiliki luas tanah sekitar 57,15Ha, yang mana tanah tersebut digunakan sebagai berikut :

   1. Titisara  (Aset Desa / Tanah Sawah)                      : 19,3   Ha
   2. Bengkok Kuwu dan Perangkat Desa                    : 32      Ha
   3. Bangunan Puskesmas                                              : 0,257 Ha
   4. Bangunan Kantor Pertanian                                  : 0,097 Ha
   5. Bangunan SDN I Karangwangun                          : 0,326 Ha
   6. Bangunan Masjid                                                       : 1,244 Ha
   7. Bangunan SDN (Tingkat)                                           : 0,263 Ha
   8. Dinas P&K                                                                      : 0,17   Ha
   9. Kantor Koramil                                                             : 0,25   Ha
  10.Perumahan Rakyat                                             : 0,6     Ha
  11.Kandang Kerbau                                                   : 0,115 Ha
  12.Jalan Desa                                                              : 0,37   Ha
  13.Saluran Air                                                             : 0,384 Ha
  14.Pengarem - arem                                                  : 0,5     Ha
  15.Lain - lain                                                                 : 0,75   Ha
Read More »»